<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4646376890764929011</id><updated>2011-07-28T23:39:22.255-07:00</updated><title type='text'>DPotSaji-Aster</title><subtitle type='html'>BLOG INI ADALAH BLOG UNTUK SHARING KNOWLEDGE DENGAN SESAMA BLOGGERS KHUSUSNYA BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH KULINER</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DPot Saji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03819585487627238901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVgrtPyW-I/AAAAAAAAAAM/e7X9oXUNwyY/S220/Family-1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4646376890764929011.post-5848370086423591616</id><published>2010-06-22T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T23:48:11.703-07:00</updated><title type='text'>JAN  BATUKA BARUAK JO CIGAK</title><content type='html'>JAN  BATUKA BARUAK JO CIGAK&lt;br /&gt;(Memilih Pemimpin Terbaik untuk Kabupaten Padang Pariaman 2010 -2015)&lt;br /&gt;Oleh : Ir. Masrizal Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah hiruk pikuk Piala Dunia 2010 atau World Cup 2010, dimana masing-masing kita sibuk dengan jagoan masing-masing apakah itu Jerman, Brasil, Argentina, Spanyol atau yang lainnya walaupun dalam hal ini kita hanya sebagai penonton karena PSSI masih jauh dari harapan untuk bisa masuk di Pesta Bola Planet ini, Masyarakat Minang atau Sumatera Barat juga sibuk dengan perhelatan untuk mencari pemimpin untuk lima tahun kedepan baik Gubernur maupun Bupati dan Walikota.&lt;br /&gt;Mengacu pada istilah “penonton” untuk Piala Dunia maka untuk Pilbup dan Pilgub sekarang ini kita semua tidak ingin hanya jadi penonton tetapi adalah sebagai juri yang akan menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin di ranah tercinta ini dalam lima tahun kedepan. Pada tulisan ini penulis tidak akan menyorot tentang Pemilihan Gubernur Sumatera Barat tetapi hanya akan fokus kepada Pemilihan Bupati untuk Kabupaten Padang Pariaman untuk periode tahun 2010 -2015, dimana KPU Kabupaten Padang Pariaman sudah menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Periode 2010-2015 sbb:&lt;br /&gt;1.     Ali Mukhni - Damsuar&lt;br /&gt;2.     Sudirman Gani - Eri Zulfian&lt;br /&gt;3.     M. Yusuf – Zamzamil&lt;br /&gt;4.     Jasma Juni - Bachtiar Sultan&lt;br /&gt;5.     Yobana Samial – Dasril&lt;br /&gt;6.      St. Ambia - Yusalman&lt;br /&gt;Dimana pasangan inilah yang akan dipilih oleh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang sudah mempunyai hak pilih dan terdaftar sebagai pemilih tetap untuk melakukan pemilihan pada 30 Juni  2010, bersamaan dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Dalam ini para pemilih bukan sebagai penonton tetapi adalah sebagai juri yang akan menentukan siapa menjadi orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Padang Pariaman untuk lima tahun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul diatas sengaja penulis buat karena setelah 10 tahun dipimpin oleh Bapak Muslim Kasim belum ada pencapaian yang luar bisa untuk ukuran prestasi nasional apalagi international kecuali terbangunnya Bandara International Minangkabau di Kataping, itupun secara strategi sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, kalau ada penghargaan sifatnya masih seremonial dan belum dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kalau penulis boleh bernostalgia penulis sangat kagum dan termotivasi dengan Bupati Almarhum Bapak Anas Malik, dengan plus minusnya tetapi karyanya dan leadershipnya dikenang sepanjang sejarah Padang Pariaman, siapa yang tidak kenal beliau dengan Proyek merubah WC Terpanjang di Dunia menjadi Pantai yang bersih dan menjadi tujuan wisata bukan hanya itu pembangunan infrastruktur juga lebih merata bukan hanya daerah tanah kelahirannya Kampung Dalam tetapi hampir merata diseluruh Kabupaten Padang Pariaman bahkan beliau yang merintis jalan aspal hotmix  sepanjang pantai dari Kataping sampai Kota Pariaman. Disamping itu beliau juga menjadi motivator dan “modelling the way” bagi kaum pemuda dan anak sekolah untuk giat belajar dan disiplin, penulis masih ingat beliau rutin keliling keseluruh SMA, STM, SMEA, MAN dan SMP untuk menjadi Pembina upacara dan selalu memberikan motivasi dan menyampaikan visinya untuk membangun Padang Pariaman. Beliau juga sering turun ke nagari-nagari dan jorong-jorong tanpa protokoler bahwa sering beliau menyamar jadi rakyat biasa untuk mendengar keluhan dari rakyat bahwa tentang kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tidak ingin mengatakan pilihlah pemimpin seperti Almarhum Bapak Anas Malik tetapi paling tidak bisa dijadikan referensi dan diambil yang baiknya dan dibuang yang buruknya atau tidak sesuai dengan zaman informasi sekarang. Penulis sengaja tidak menulis partai apa yang mendukung keenam pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati diatas karena penulis bukan kader partai apalagi politikus, bukan pengamat politik, bukan ekonom, bukan muballigh, bukan tokoh masyarakat apalagi selebritis, bukan pengusaha, bukan orang kaya atau pengusaha, apalagi penulis bukan calo politik atau konsultan politik, penulis hanya seorang anak nagari Sintuk Lubuk Alung yang pernah lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tua penulis H. Bagindo Umar Djuras (Alm) dan Zaini Tanjung (Almh) 39 tahun lalu dan dengan bimbingan dan didikan serta kucuran darah dan keringat serta air mata, Alhamdulillah penulis bisa menamatkan pendidikan penulis disalah satu perguruan tinggi negeri ternama di negeri ini (ITB dan sebelum masuk ITB penulis juga pernah lulus di STAN Jurusan Akuntansi tetapi penulis tinggalkan karena waktu itu penulis lebih memilih jadi Tukang Insinyur) yang menjadi incaran dan acuan keberhasilan dan kepintaran anak-anak tamat sekolah menengah atas dari dulu hingga sekarang. Selepas tamat dari ITB  dan menjadi Tukang Insinyur Teknik Kimia tahun 1995 selesai tepat waktu karena orang tua penulis bukan orang kaya sehingga penulis termotivasi untuk tamat secepatnya dan penulis sekarang menjadi karyawan (istilah halus dari buruh) disalah satu Multinational Company di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman penulis waktu kecil zaman mengaji di surau dan  belajar hidup mandiri dan bertanggung jawab dari kelas satu SD sampai tamat SMP, dan kemudian kuliah di ITB Bandung dan aktif di Unit Kesenian Minangkabau sehingga bisa kenal dengan tokoh-tokoh Minangkabau yang berhasil di rantau termasuk waktu itu pembentukan Gebu Minang dan sebagainya, dan sampai sekarang bekerja atau “mangakeh” di Jakarta dan dengan pergaulan dan kemajuan teknologi dan informasi penulis ingin berbagi dengan masyarakat di kampung demi kemajuan Ranah Minang tercinta, tulisan penulis ini bukan menggurui atau sok tahu tapi murni hanya dari sudut pandang penulis dan kalau ada yang salah itu semata karena kesalahan penulis tetapi kalau benar semata-mata datang dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan Pilkada yang akan dilakukan nanti tanggal 30 Juni 2010 untuk memilih pemimpin jangan terpesona dengan kemasan dan bungkusnya atau istilah sekarang pencitraan atau jangan dilihat dari partai pendukungnya tetapi lihatlah Tokohnya serta rekam jejak dan program dan rencana kerja yang akan mereka lakukan jika nanti terpilih menjadi, untuk itu dalam menjadi juri yang menentukan tanggal 30 Juni nanti maka penulis ingin memberikan kriteria untuk menentukan calon pemimpin atau Bupati maupun Wakil Bupati dari dari dua pendekatan yaitu:&lt;br /&gt;·         Visi dan misi serta program kerjanya&lt;br /&gt;·         Figur, Keteladanan, Pengabdian serta Rekam Jejak selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal yang pertama pilihlah Pemimpin yang mempunya visi dan misi yang jelas dan program kerja yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk membuat visi serta program kerja tersebut tentu mereka harus paham kondisi ril yang dihadapi oleh masyarakat Padang Pariaman sekarang ini terutama masalah Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, termasuk pembangunan kembali infrastruktur karena habis diluluhlantakkan oleh Musibah gempa tahun lalu, dan yang lebih penting lagi tentu pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotismne yang sepertinya sudah jamak dilakukan. Menurut hemat saya rencana pemindahan Ibukota Kabupaten ke Parit Malintang dalam program lima tahun kedepan sebaiknya ditunda dulu karena itu bukanlah sesuatu yang urgent dan penting sekarang adalah membangkitkan kembali sector ekonomi masyarakat sehingga bisa membangun kembali setelah musibah gempa tahun lalu. Padahal kita tahu nilai APBD Kabutapaten Padang Parimaan sangat terbatas misalnya untuk tahun 2010 ini hanya 601 Milyar dimana 57 persen untuk belanja pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan masalah yang tengah dihadapi diatas pilihkan kandidat yang mempunya program dan komitmen  serta terobosan dan kreatifitas untuk menjalankan program diatas bukan hanya sekedar jargon-jargon kampanye semata tetapi program kerja yang jelas sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mensyukseskannya. Untuk Pembangunan bidang pendidikan dan akhlak ini adalah sangat mutlak dilakukan bukan hanya sekedar bebas buta aksara dan bisa mangaji tetapi diberikan kesempatan dan motivasi yang luas sehingga anak-anak dari Padang Pariaman bisa berkesempatan sekolah sampai Sekolah Menengah Tingkat Atas dan dukungan beasiswa sampai perguruan tinggi bagi siswa-siswi berprestasi, disamping itu jangan lupa sebagai urang minang yang hidup berdasarkan falsafah hidup “Adat Bersandi Syarak Syarak  Basandi  Kitabullah”, harus benar-benar dipastikan dan menjadikan gaya hidup dalam bermasyarakat tidak cukup dengan membuat “Perda Mangaji” tetapi ternyata masih banyak anak-anak muda yang tidak bisa tulis baca Alquran bahkan untuk syarat nikah bisa Alfatihah saja terbata-bata. Jadi pilihlah kandidat yang bisa mewujudkan pendidikan gratis sampai sekolah tingkat atas minimal ditahun ketiga kepemimpinannya dengan berbagai cara termasuk dukungan beasiswa  dari perantau maupun dukungan dari perusahaan swasta nasional yang berada diluar Sumatera Barat.&lt;br /&gt;Masalah Kesehatan adalah masalah yang vital dalam kehidupan masyarakat tidak harus dengan menyediakan pengobata gratis tetapi paling tidak dengan program-program yang bisa meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat misalnya revitasasi pos yandu, kampanye hidup sehat, dan akan lebih baik jika bisa disediakan pengobatan gratis bagi masyakat yang tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Ekonomi  akan menjadi faktor penentu atau tulang  punggung keberhasilan pembangunan sektor lainnya , untuk itu sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat sangat penting apalagi setelah musibah gempa tahun lalu yang telah menghancurkan sektor ekonomi dan infrastruktur yang mendukung pergerakan arus barang dan jasa. Untuk itu program pembangunan ekonomi yang dibutuhkan sekarang adalah adalah program ekonomi yang lansung dirasakan oleh masyarakat misalnya Kredit Tanpa Agunan/Jaminan (mis KUR, PNPM, atau bentuk lainya) untuk membantu para nelayan ,para pedangan pasar, pengusaha kecil seperti usaha kerajinan sulam dan konveksi di Nareh, usaha Batu Bata di Palembayan,  KUT untuk para petani serta program penanaman kakao, pisang, dll sesuai dengan potensi pertanian dimasing-masing wilayah. Usaha lain adalah revitalisasi koperasi baik koperasi unit desa atau koperasi nelayan maupun koperasi pedagang pasar dan sebagainya. Jadi pilihlah kandidat yang mempunyai program pembangunan ekonomi yang merakyat bukan hanya mengawang-awang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang penting lainnya adalah Program Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sudah menjadi hal biasa dari beberapa tahun yang lalu, contoh sederhana banyak para  pejabat yang pada umumnya  yang masih punya hubungan kerabat atau kenalan atau tim sukses waktu pilkada sementara ada pejabat atau kandidat lainnya yang secara kapabilitas dan kepangkatan lebih patut tidak diberi kesempatan tetapi di-grounded jadi staf biasa. Untuk itu pilihlah kandidat yang punya program menjamin menjalankan kabinetnya dengan putra-putri terbaik bukan berdasarkan Nepotisme semata hal ini bisa dilakukan jika proses seleksi dan pemilihan pejabat tersebut dengan fit dan proper test dan transparan sehingga setiap pegawai akan termotivasi memberikan pelayanan dan prestasi terbaik untuk kemajuan masyarakat Padan Pariaman, bahka bila perlu ada kandidat yang melarang anak dan kemenakannya jadi CPNS di Pemda Kabupaten Padang Pariaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah korupsi dan pemerataan pembangunan juga menjadi isu krusial di Kabupaten Padang Pariaman, setor komisi 5% atau 10% didepan sebelum proyek dilakukan sudah menjadi hal biasa dan istilah palanta lapau “TST = Tahu Sama Tahu”, dan contoh laina adalah karena yang menjadi Bupati orang Pakandangan maka kalau ada pembangunan jalan hanya didalam wilayah kecamatan tersebut, itu bisa dibuktikan di Jorong tempat kelahiran penulis yaitu Gati Simpang Ampek Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Tobih Gadang, pembangunan jalan hotmix persis terhenti diperbatasan antara Jorong kami dengan Jorong Ringan-Ringan yang masuk dalam  wilayah kecamatan Pakandangan, bagi penulis ini sangat menyakitkan walaupun penulis sendiri kalau dikumpulkan jumlah pajak yang dibayar ke Negara dalam 5 tahun terakhir cukup membangun aspal hotmix sepanjang jalan yang dihentikan pembangunannya tersebut. Satu lagi karena pejabat Pemdanya punya tanah di Rimbo Kataping (dekat kecamatan Lubuk Alung) maka dibangun jalah hotmix yang bagus sehingga harga tanannya tadi naik berkali-kali lipat sementara daerah lainnya membutuhkan dana untuk pembangunan jalan untuk menggerakkan sektor perekonomiannya misalnya daerah Aur Malintang, Patamuan, Kayu Tanam dan daerah lainnya, jadi hal seperti ini seharusnya tidak terulang lagi dimasa pemerintahan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terakhir yang penting menurut penulis adalah Pilihlah Bupati dan Wakil Bupati yang bisa menggerakkan semua potensi masyarakat yang ada dikampung mulai  dari pemuda, alim ulama, cadiak pandai dan suluh bendang dalam nagari maupun diperantauan, misalnya dengan Ikatan Keluarga Minang yang hampir ada disemua kota-kota besar bahkan diluar negeri seperti Malaysia, kelompok Mahasiswa, Pengusaha dan Ilmuwan yang  berasal dari Kabupaten Padang Pariaman sehingga semua akan bisa memberikan kontribusi positif (“Sato sakaki” ) bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman., kalau saya boleh petik kutipan di media “Cimbuak.Net” sbb:&lt;br /&gt;Kaluak paku kacang balimbiang&lt;br /&gt;Ambiak tampuruang lenggang-lenggangkan&lt;br /&gt;Dibawo nak urang saruaso&lt;br /&gt;Tanam siriah jo ureknyo&lt;br /&gt;Anak dipangku kamanakan dibimbiang&lt;br /&gt;Urang kampuang dipatenggangkan&lt;br /&gt;Tenggang nagari jan binaso&lt;br /&gt;Tenggang sarato jo adatnyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tugas kita sebagai masyarakat Minangkabau khususnya Kabupaten Padang Parimana yang harus peka terhadap perubahan zaman, mari kita saling bahu membahu dalam berbuat kebajikan sesuai dengan masing-masing kemampuan kita seperti kata pepatah ”nan buto pa ambuih lasuang, nan pakak palapeh badie, nan lupuah panunggu rumah”  Semua lapisan masyarakat akan bisa memberikan kontribusinya demi kemajuan  Nagari tercinta. Terakhir Program yang lebih penting adalah Good Governance dan Akuntabilitas serta komunikasi dua arah dalam proses pembangunan di Kabupaten mulai dari Rencana atau program serta realiasasi pembangunan, serta perbaikan pelayanana public, kemudahan proses perizinan, kesempatan partisapasi masyarakat dalam proyek-proyek pembangunan, serta pemerintah yang mau mendengar masukan dan keluhan dan menanggapinya dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas sudah penulis kriterian calon pemimpin Kabupaten Padang Pariaman dari visi, misi serta program kerja pada bagian kedua penulis ingin menyoroti  dari sudut pandang : Figur, Keteladanan, Pengabdian serta Rekam Jejak selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah figur ini pilihlah pemimpin yang bisa menjadi contoh dalam menjalankan falsafah Urang Minang yaitu Adat Bersandi Syarak Syarak  Basandi  Kitabullah, Berkenaan dengan kriteria kepemimpinan itu, alangkah baiknya kita merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber dari segala sumber hukum Umat  Islam (Urang Minang). Terdapat beberapa istilah dalam Al-Qur,an yang menunjuk kepada pengertian pemimpin, diantaranya: Khalifah, Imam dan Ra’in. Tiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan yang padu tak dapat dipisahkan dan seharusnya ada dan tercermin pada seriap diri pemimpin mendatang.  Ke-Khalifah-an : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat. “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi…” (Q.S Al-Baqarah/2: 30). Ayat ini menjelaskan kriteria utama pemimpin adalah kesadarannya akan peran dan fungsinya sebagai khalifah atau wakil Allah. Ini berarti, ketika sang pemimpin bekerja menjalankan amanahnya melayani dan membenahi masyarakat di disertai visi dan misi ke-Illahiyahan (Ketuhanan) dalam bentuk berbagai macam kegiatan dalam rangka membentuk masyarakat muslim yang cerdas dan intelektual. Dengan demikian, ia akan memiliki legitimasi kepemimpinan yang sangat kuat serta di tambah dengan visi misi yang tajam dan kemampuannya dalam menjelaskan konsep-konsep Islam dan solusi untuk perbaikan di masyarakat yang lebih baik sehingga membuat keunggulan itu semakin mendapatkan pengakuan dari khalayak umum sebagaimana para malaikat memberikan pengakuan kepada Nabi Adam a.s (QS. Al-Baqarah/2: 30-34)&lt;br /&gt;Ke-imam-an : “… dan jadikanlah kami pemimpin (imam) bagi orang-orang yang bertaqwa” (Q.S Al-Furqon/25: 74). Di sini tersirat bahwa Allah SWT membuka kesempatan seluas-luasnya bagi hamba-Nya untuk menjadi pemimpin dan juga mengisyaratkan predikat taqwa yang disandang dan dimiliki serta rasa tanggung jawab tinggi.  Seorang pemimpin hendaknya lebih meperhatikan fakir miskin yang termarjinalisasi sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil dan makmur disertai nilai-nilai Islam. Kriteria diatas merupakan hal yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin kelak. Oleh karena itu, pemimpin yang berperan sebagai Imam, pertama-tama haruslah menjadi panutan masyarakat yang dipimpin. Sebagaimana Nabi Ibrahim a.s telah menjadi tauladan dalam hal keta’atan, kehanifan, ke-tauhid-an dan kemuliaan akhlaknya, mensyukuri nikmat Allah SWT.&lt;br /&gt;“Sungguh, Ibrahim adalah Imam (Pemimpin) yang dapat dijadikan teladan, patuh kepada Allah SWT dan hanif . Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (mempersekutukan Allah).(Q.S An-Nahl/16: 120)&lt;br /&gt;Peran dan fungsi ke-Imam-an dari seorang pemimpin, secara kongkrit dapat dilihat pada imam sholat. Kriteria Imam sholat ialah lebih berilmu atau lebih fasih bacaannya. Begitu selektifnya, mengingat beratnya tanggung jawabnya seorang imam maka harus yang “tafaqquh fid-din”, yaitu orang yang memahami, mamaknai dan mendalami agama. Sehingga tidak menjadikan posisi Imam sebagai ajang perebutan kekuasaan. Menunjuk  Imam dengan tulus dan ma’mum pun menerima posisi mereka dengan rela hati serta ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi yang menarik, imam tidak sunyi dari koreksi ma’mum bilamana ia lupa atau salah maka bersedia diingatkan. Oleh karena itu jika kita melaksanakan sholat tepat dibelakang posisi imam biasanya didampingi orang yang mempunyai keilmuan yang tinggi pula dibelakangnya agar dapat mengingatkan apabila terjadi kesalahan gerakan dan bacaan. Dan biasanya posisi shaff pertama diisi oleh orang-orang baik yang mempunyai pemahaman Islam karena mereka bertanggung jawab pula untuk mengawal dan mengikuti proses sholat agar berjalan dengan baik. Bahkan ketika imam berada dalam situasi yang menyebabkan wudhunya batal, imam dengan legowo mundur dan digantikan oleh oleh jamaah yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu padahal diatas kalau saya memberikan tips yang mudah pilihkan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang selama ini sudah biasa menjadi Imam di Surau atau Mesjid, dan akan lebih baik sudah biasa menjadi Imam atau Khotib waktu sholat Jumat, karena Insya Allah kandidat ini bisa membimbing kita menjadi masyarakat yang Islami walaupun kita bukan Negara Islam tapi paling tidak menjadi masyatakat yang hidup dengan falsafah Adat Bersandi Syarak Syarak  Basandi  Kitabullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berdasarkan tulisan diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam Pilkada yang akan datang kita bukan sebagai penonton tetapi adalah sebagai juri yang berhak menentukan siapa yang akan memimpin Kabupaten Padang Pariaman dalam lima tahun ke depan, satu suara anda akan sangat berarti dan jangan mau anda tukar suara anda dengan lembaran lima puluh ribuan atau seratus ribuan karena orang yang menerima sogok dan memberi sogok sama hukumnya yaitu neraka, tapi ada tips yang sederhana ambil uangnya dan serahkan untuk fasilitas umum dan jangan pilih calon yang membayar suara anda, karena mereka pasti kapitalis yang akan berusaha untuk balik modal dengan berbagai cara salah satunya tentu dengan KKN. Terakhir pilihlah kandidat berdasarkan programnya dan figurnya bukan berdasarkan pencitraan ada “endorsement” atau dukungan dari tokoh politik atau masyarakat  tertentu karena sekarang banyak bertebaran calo dan tengkulak politik yang melacurkan diri demi uang dan kekuasaan atau “Jan Sampai Batuka Baruak Jo  Cigak Maimbuah Pulo Saikua Karo” . Akhirnya marilah kita berdo’a kepada Allah SWT supaya kita diberikan pemimpin terbaik bagi masyarakat  Kabupaten Padang Pariaman sehinggan bisa menjadi contoh dan panutan dalam mengamalkan Alquran dan Sunnah Rasullullah SWA. Amin  Ya Rabbal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Masrizal Umar&lt;br /&gt;Professional  (Mangakeh) di salah satu perusahaan swasta di Jakarta&lt;br /&gt;e-Mail: &lt;a href="mailto:masrizal.umar@gmail.com"&gt;masrizal.umar@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Twitter: &lt;a href="http://www.twitter.com/rizal2407"&gt;www.twitter.com/rizal2407&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Facebook: &lt;a href="http://www.facebook.com/masrizal"&gt;www.facebook.com/masrizal&lt;/a&gt;.umar&lt;br /&gt;LinkedIn: &lt;a href="http://www.linkedin.com/in/masrizal"&gt;www.LinkedIn.com/in/masrizal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.masrizal-gati.blogspot.com/"&gt;www.masrizal-gati.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(referensi: Cimbuak.Net, http://pejuangdakwah.blogspot.com/2008/01/kriteria-pemimpin-menurut-al-quran.html)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4646376890764929011-5848370086423591616?l=dpotsajia5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/feeds/5848370086423591616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4646376890764929011&amp;postID=5848370086423591616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/5848370086423591616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/5848370086423591616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/2010/06/jan-batuka-baruak-jo-cigak.html' title='JAN  BATUKA BARUAK JO CIGAK'/><author><name>DPot Saji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03819585487627238901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVgrtPyW-I/AAAAAAAAAAM/e7X9oXUNwyY/S220/Family-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4646376890764929011.post-6505338451550558288</id><published>2009-03-31T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T21:18:29.682-07:00</updated><title type='text'>Pemijat Itu Bisa Bangun Masjid dan Kampungnya</title><content type='html'>Pemijat Itu Bisa Bangun Masjid dan Kampungnya&lt;br /&gt;Jumat, 19 September 2008  08:46 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA - Menjadi tukang pijat belumlah cukup. Sumirah nyambi jadi tukang sol sepatu, penjahit, dan pekerja pabrik. Sebagian hasil keringatnya itu ia gunakan untuk membangun madrasah, masjid, mushala, dan mengurus anak yatim. Ternyata, beramal tidak harus menunggu kaya.&lt;br /&gt;Penolakan halus langsung diucapkan Sumirah, pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah, Rungkut, Surabaya, saat akan diwawancarai Surya untuk tulisan ini. "Saya ini apalah mbak, kok pakai diwawancarai. Masih banyak yang lebih bagus, lebih pintar, dan lebih hebat," elaknya saat ditemui di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut, Senin (15/9).&lt;br /&gt;Secara materi, Sumirah memang belum bisa dibandingkan dengan pengusaha sukses. Namun, kekayaan hati Sumirah mungkin hanya dimiliki segelintir orang pada abad ini.&lt;br /&gt;Perempuan kelahiran 3 April 1965 ini tak cukup mengelola panti asuhan. Ia mendirikan madrasah, masjid, dan mushala di kampungnya, Pacitan. Mungkin juga sulit dipercaya, Sumirah menghidupi anak-anak yatim dengan menjadi tukang pijat panggilan.&lt;br /&gt;Rasa empati Sumirah sudah terpupuk sejak kecil. Ia terbiasa bergaul dengan anak-anak yatim asuhan almarhum Atmorejo, ayahnya. "Saat itu ada 100 anak yatim dan anak-anak lain yang berlatih ilmu kanuragan (kebatinan) di rumah. Mereka semua tinggal di rumah," kata ibu lima anak ini.&lt;br /&gt;Secara materi Sumirah kecil tercukupi, tetapi didikan ayahnya tidak membuatnya manja. Bahkan, sejak kelas II SD ia sudah menjadi tukang pijat alternatif, warisan keahlian turun temurun. Duitnya "ditabung" di mushala di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.&lt;br /&gt;"Saat itu saya masih ingat nasihat ayah, 'Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah'," ujarnya.&lt;br /&gt;Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Begitu pula ketika orderan memijat merambah hingga Madiun, bahkan Semarang.&lt;br /&gt;Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.&lt;br /&gt;Namun, dua profesi itu belum cukup. Merasa waktunya masih senggang, Sumirah mencari pekerjaan sampingan. Ia menjadi tukang sol sepatu, menjahit baju, dan tukang keriting rambut. "Karena pekerjaan banyak, rata-rata saya hanya tidur dua jam sehari. Mijat saja sehari hingga 20 kali," katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Kerja keras itu impas dengan hasilnya. Sehari, tidak kurang ia mengantongi Rp 2 juta. Namun, limpahan uang itu tidak membuatnya mabuk. Uang itu dialirkan untuk membangun madrasah, mushala-mushala, dan masjid di desanya. Sumirah enggan menyebut nama mushala itu. "Nanti saya ndak diridaikalau pamer," katanya.&lt;br /&gt;Suatu ketika, Sumirah pulang kampung. Jalan di desanya tidak bisa dilewati karena rusak berat. Prihatin, ia dan suaminya memperkeras seluruh jalan itu dengan paving blok. Walhasil, rencana naik haji seketika batal karena simpanan Rp 60 juta habis untuk ongkos paving.&lt;br /&gt;"Saya tidak pernah menyimpan uang di bank. Bukan apa-apa, tapi karena tanda tangan saya tidak pernah sama. Itu tentu tidak boleh kan?" katanya.&lt;br /&gt;Hidup Sumirah teruji saat dia melihat banyak anak telantar di sekitar kampungnya. Dia nekat menampung 54 anak yatim itu di rumahnya yang berukuran 2,5 meter x 13 meter. "Sebagian dari mereka saya koskan di depan rumah. Saya sewa tiga kamar," katanya.&lt;br /&gt;Masalah datang ketika anak asuhnya ndableg dengan menghabiskan air dan sabun milik ibu kos. Sekitar pukul 21.00 anak-anak itu diusir. "Mereka saya tampung di rumah saya. Jadi, mereka tidur sambil duduk," kata Sumirah.&lt;br /&gt;Esoknya, Sumirah mencari kontrakan untuk mereka. Tawaran kontrakan Rp 4 juta ditolak karena Sumirah tak punya duit. Di tengah kesulitan ia berdoa. Mendadak ada semacam dorongan untuk menghubungi Pak Triyono, dermawan dari Barata Jaya, Surabaya. Sumirah kaget, Pak Triyono memberinya zakat maal (zakat kekayaan) sejumlah Rp 4 juta. "Agar tidak mengganggu penduduk kampung, pagi-pagi sekali kami pindahan," katanya.&lt;br /&gt;Panti Asuhan Amanah kini menampung 60 anak yatim, dibangun Sumirah pada 1996. Mereka kanak-kanak hingga remaja. Belum lama ini Sumirah mengasuh balita yang ditinggal mati bapaknya. Amelia, balita itu, sekarang berumur sembilan bulan. "Oh ya, Saya sudah menikahkan 13 anak di sini, 16 Oktober nanti saya mantu lagi," ujarnya dengan mata berbinar.&lt;br /&gt;Untuk mencukupi hidup anak asuhnya, Sumirah tidak mengandalkan bantuan donatur yang sebagian adalah pelanggan pijatnya. Selepas subuh, anak yatim itu berdagang kelapa kupas, sayuran, dan bumbu. Sumirah dan suami juga membuka toko kelontong.&lt;br /&gt;Mengakhiri kisahnya, Sumirah sempat bilang, "Pergunakanlah mata hati. Banyak orang pintar yang belum tentu mengerti." (MUSAHADAH)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4646376890764929011-6505338451550558288?l=dpotsajia5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/feeds/6505338451550558288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4646376890764929011&amp;postID=6505338451550558288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/6505338451550558288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/6505338451550558288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/2009/03/pemijat-itu-bisa-bangun-masjid-dan.html' title='Pemijat Itu Bisa Bangun Masjid dan Kampungnya'/><author><name>DPot Saji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03819585487627238901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVgrtPyW-I/AAAAAAAAAAM/e7X9oXUNwyY/S220/Family-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4646376890764929011.post-4996901878460357977</id><published>2008-11-29T09:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T09:42:04.783-08:00</updated><title type='text'>SEJARAH KOLDING LANGKAT ASTER</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__o0Km0WWERc/STF-aFejmSI/AAAAAAAAACE/6JERRhPtgLc/s1600-h/Blackforest+Dumai.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274135625239599394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 299px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__o0Km0WWERc/STF-aFejmSI/AAAAAAAAACE/6JERRhPtgLc/s400/Blackforest+Dumai.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__o0Km0WWERc/STF-ano8_8I/AAAAAAAAACU/7Jl_owseeVo/s1600-h/Barbie+Cake.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274135634410012610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 390px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__o0Km0WWERc/STF-ano8_8I/AAAAAAAAACU/7Jl_owseeVo/s400/Barbie+Cake.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__o0Km0WWERc/STF-aeJSCmI/AAAAAAAAACM/b7D2itNM5xg/s1600-h/Kamboja+Bali1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274135631861254754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__o0Km0WWERc/STF-aeJSCmI/AAAAAAAAACM/b7D2itNM5xg/s400/Kamboja+Bali1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;SEJARAH KOLDING LANGKAT ASTER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalammualaikum……Wr………..Wb…..&lt;br /&gt;Salam Kenal,&lt;br /&gt;Hai…………..hai…….. cukup lama saya tidak mengunjungi tempat ini, kangen juga nih. Ketika membuka blog saya kaget, ternyata sudah banyak yang mengunjungi saya. Saya senang sih plus bangga, tapi sedikit kuciwa juga ternyata hanya di kunjungi tapi tidak ada komentar apa pun. Pada hal saya sangat yakin se yakin yakinnya kalau blog saya penuh dengan kekurangan. Makanya saya sangat membutuhkan komentar demi kemajuan blog saya ini. Saya sangat berharap dengan kunjungan teman- teman blog saya bisa lebih baik, walau tidak sempurna.&lt;br /&gt;Mh…………tahu nggak temen-temen bagaimana sejarah saya mengetahui cara membuat Kolding Langkat itu ? Pada hal seumur-umur saya belum pernah ke Langkat. Makanya ada kejadian lucu saat saya jualan Kolding Langkat. Saat saya jualan ada yang beli langsung memakai bahasa daerah Langkat, dalam hati saya langsunga bilang”alamak tak tau lah awak “he…………..he………Singkat cerita Pembeli justru minta maaf ke saya.&lt;br /&gt;Oya, saya koq jadi lupa cerita sejarah ketemunya saya dengan Kolding Langkat. Dahulu kala, ih koq jadi berat gitu ya katanya? Maksud saya, orang tua saya sudah lama menetap di Riau (makanya saya nongolnya juga di Riau). Setelah saya di boyong suami ke Jakarta sekurangnya sekali dalam setahun kita mudik ke Riau. Nah ketika mudik itu tanpa sengaja kita menemukan tempat minum yang sederhana, tapi meyakinkan. Memang dari dulu saya kurang tertarik makan di tempat yang wah. Saya justru senang makan di tempat yang unik, sederhana tapi tidak kalah huebatnya dari yang berkelas. Sudah sifat saya, setiap makan slalu melihat yang di makan dan melihat serta memperhatikan makanan dulu. Mungkin bagi orang ini aneh, tapi bagi saya ini hal terpenting. Cie..........&lt;br /&gt;Kolding saya aduk-aduk plus makan juga sih. Setelah makan di sana kayaknya kurang seru tidak di bungkus (ha..........ha...........kelaparan ). Lagi-lagi di rumah Kolding saya aduk-aduk tidak ketinggalan makannya dong, kembung dah. Nah setelah itu di awal bulan Ramadhan saya dengan memakai modal nekad, langsung membuat Kolding Langkat. Awal jualan Ibu saya(sewaktu itu lagi liburan tempat saya) sedikit kuciwa dan setelah beberapa hari hampir putus asa. Karena melihat yang jualan es buah yang berdekatan dengan saya laku keras.&lt;br /&gt;Namun setelah hari ke-3 perlahan tapi pasti pembeli berdatangan. Awalnya mencoba-coba malah ketagihan. Bahkan belum waktunya jualan sudah ada yang datang memesan. Jujur, sewaktu jualan sempat di tertawakan. Mereka menanyakan apa itu Kolding. Saya jawab Kolak Dingin. Saya maklum kalau mereka tertawa. Karena anggapan mereka Kolak biasa saja yang didinginkan. Tapi setelah saya jelaskan mereka penasaran ingin mencoba. Ujung-ujungnya saya yang kewalahan menghadapi mereka yang mau membeli. Bahkan suami yang baru pulang kantor pun ikut membantu saya he.........he...........pada hal bala bantuan yang lain sudah cukup banyak, tapi tetap saja kewalahan. Bayangkan saja saya hanya berjualan tidak membutuhkan waktu 2 jam. Akibatnya kita ngos-ngosan ha.............ha.............&lt;br /&gt;Berawal dari sindiran, ujung-ujungnya anak-anak saya protes. Mereka protes kurang bisa menikmati Ramadhan. Pada hal rencana kami hari Sabtu dan Minggu hari bebas dari dunia Kolding. Bayangkan bagaimana saya tidak bangga dengan Kolding Langkat ini, minuman sederhana tapi mampu membius orang cie...........cie.............&lt;br /&gt;Dari satu jadi dua, dan seterusnya pelanggan saya bertambah. Lagi dan lagi. Mereka bukan lagi pelanggan dekat saja tapi sudah ada yang jauh.Peminat Kolding Langkat saya bukan hanya kaum muslimin yang mau berbuka puasa saja, tapi justru non muslim juga banyak menyukainya. Bahkan pernah seorang Bapak yang akan berbuka puasa bersama di kantor justru minta di bungkuskan Kolding dan Serabi buatan saya. Kali ini saya sampai terharu, saya begitu di hargai. Pada hal dulu saya sempat ditertawakan dengan ”Kolak Dingin”.&lt;br /&gt;Ternyata berawal dari lidah turun ke hati benar-benar bermanfaat bagi saya. Penasaran mau mencoba? Pesen dulu dong he......he...........&lt;br /&gt;Itu lah sejarah saya dengan Kolding Langkat. Walau sampai saat ini saya belum pernah menginjakkan kaki di Langkat, tapi sudah membawa rezeki bagi saya. Terima kasih Langkat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4646376890764929011-4996901878460357977?l=dpotsajia5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/feeds/4996901878460357977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4646376890764929011&amp;postID=4996901878460357977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/4996901878460357977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/4996901878460357977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/2008/11/sejarah-kolding-langkat-aster.html' title='SEJARAH KOLDING LANGKAT ASTER'/><author><name>DPot Saji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03819585487627238901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVgrtPyW-I/AAAAAAAAAAM/e7X9oXUNwyY/S220/Family-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__o0Km0WWERc/STF-aFejmSI/AAAAAAAAACE/6JERRhPtgLc/s72-c/Blackforest+Dumai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4646376890764929011.post-8682296580180391499</id><published>2008-08-03T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T18:29:09.204-07:00</updated><title type='text'>KOLDING LANGKAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVjglT-ggI/AAAAAAAAABQ/rmbLvZQF5D8/s1600-h/Kolding-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230195953683563010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVjglT-ggI/AAAAAAAAABQ/rmbLvZQF5D8/s200/Kolding-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah ini menu andalan kolding langkat, adalah kolak dingin, tapi bukan sembarang kolak. Setiap bulan puasa selalu jadi yang pertama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4646376890764929011-8682296580180391499?l=dpotsajia5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/feeds/8682296580180391499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4646376890764929011&amp;postID=8682296580180391499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/8682296580180391499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/8682296580180391499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/2008/08/kolding-langkat.html' title='KOLDING LANGKAT'/><author><name>DPot Saji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03819585487627238901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVgrtPyW-I/AAAAAAAAAAM/e7X9oXUNwyY/S220/Family-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVjglT-ggI/AAAAAAAAABQ/rmbLvZQF5D8/s72-c/Kolding-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4646376890764929011.post-6764219391746096174</id><published>2008-08-03T00:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-03T00:48:39.178-07:00</updated><title type='text'>Kolak Serabi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVh0nISppI/AAAAAAAAAAg/eG9QTciMPaU/s1600-h/Kolak-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVh0nISppI/AAAAAAAAAAg/eG9QTciMPaU/s200/Kolak-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230194098745550482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini salah satu menu andalan saya, terutama di bulan puasa. selalu di tunggu dan cepat habis. mungkin karena saya tetap mempertahankan kualitas dari bahan makanan. jadi walau sederhana banyak peminatnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4646376890764929011-6764219391746096174?l=dpotsajia5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/feeds/6764219391746096174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4646376890764929011&amp;postID=6764219391746096174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/6764219391746096174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/6764219391746096174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/2008/08/kolak-serabi.html' title='Kolak Serabi'/><author><name>DPot Saji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03819585487627238901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVgrtPyW-I/AAAAAAAAAAM/e7X9oXUNwyY/S220/Family-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVh0nISppI/AAAAAAAAAAg/eG9QTciMPaU/s72-c/Kolak-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4646376890764929011.post-7734950481206324275</id><published>2008-08-02T23:32:00.001-07:00</published><updated>2008-08-02T23:32:46.182-07:00</updated><title type='text'>Testing Posting</title><content type='html'>Test&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4646376890764929011-7734950481206324275?l=dpotsajia5.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/feeds/7734950481206324275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4646376890764929011&amp;postID=7734950481206324275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/7734950481206324275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4646376890764929011/posts/default/7734950481206324275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dpotsajia5.blogspot.com/2008/08/testing-posting.html' title='Testing Posting'/><author><name>DPot Saji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03819585487627238901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/__o0Km0WWERc/SJVgrtPyW-I/AAAAAAAAAAM/e7X9oXUNwyY/S220/Family-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
